Menjamü: Menjelajahi Jejak Museum, Travelxism Gelar Cultural Workshop Bersama GKR Bendara


Oleh Admin | Senin, 09 Oktober 2023 04:49 | 646 kali


Press Release

Yogyakarta - Travelxism menggelar acara cultural workshop dengan tema Menjamü: Menjelajahi Jejak Museum bersama dengan Gusti Kanjeng Ratu Bendara. Kegiatan ini merupakan hasil dari program kerja Divisi Junior Digital Executive for Media Production (Medpro) STIP Batch 5 Travelxism. Dihadiri oleh peserta STIP Batch 5 dari berbagai divisi, para mentor serta beberapa penggiat kesenian dan budaya lokal di daerah Yogyakarta. Cultural workshop ini memiliki rangkaian acara seperti tour ke  Museum Kedhaton, Museum Wahanarata, serta sesi diskusi mengenai pariwisata dan sejarah Keraton Yogyakarta (05/10/2023).

Kegiatan pertama yang dilakukan pada acara ini adalah tour ke Museum Kedhaton Yogyakarta. Para peserta dituntun oleh seorang abdi dalem yang akan menjelaskan makna dan sejarah dari setiap sudut museum selama berkeliling. Di museum ini terdapat beberapa ruangan yang bisa dikunjungi seperti ruangan pembuatan teh keraton yang berisikan alat-alat rumah tangga kemudian ruang daur hidup yang di dalamnya terdapat display pakaian adat dan barang-barang yang digunakan saat terdapat acara penting di keraton. Abdi dalem juga menjelaskan arti dari patung, pohon dan alat kesenian yang ada di dalam area keraton.

Sesi kedua dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama GKR Bendara. Di sesi ini, GKR Bendara berbagi cerita kepada peserta tentang sejarah dari Keraton Yogyakarta, sejarah museum dan background pendidikan yang ditempuhnya di luar negeri. Penjelasan sejarah dimulai dari awal berdirinya Keraton Yogyakarta yang memiliki wilayah sangat luas dan bisa mendapatkan nama “Istimewa”. GKR Bendara juga menjelaskan perjalanan kebudayaan serta peninggalan-peninggalan barang yang ada di keraton dari masa kejayaan Sultan Hamengkubuwono I hingga saat ini. Peserta sangat antusias mengikuti sesi kedua ini dengan memberikan beberapa pertanyaan seperti apa saja tantangan dalam melestarikan kebudayaan museum pada Generasi Z di era modern dan mengapa GKR Bendara tertarik untuk mengelola pariwisata Yogyakarta.

Kegiatan ketiga dilanjutkan dengan tour ke Museum Wahanarata. Berdasarkan hasil diskusi dengan GKR Bendara pada sesi sebelumnya mengenai sejarah museum, nama “Wanarata” memiliki arti tersendiri yaitu “Wahana” yang berarti “tempat tertutup” dan “Rata” berarti “Kereta”. Arti dari “Wahanarata” adalah “Tempat tertutup untuk menyimpan kereta”. Sesuai dengan namanya, di dalam museum ini peserta dapat melihat banyaknya kereta milik Keraton Yogyakarta yang di display disini. Peserta dipandu  juga oleh seorang tour guide untuk mendapatkan informasi sejarah dari benda-benda yang ada disana. Selain itu, Museum Wahanarata juga menyediakan spot hiburan dengan bantuan Artificial Intelligence (AI) pada inovasi terbarunya yaitu photobooth dan gambar yang bisa di scan. Dari cultural workshop ini peserta bisa mendapatkan insight baru tentang sejarah dan kebudayaan Yogyakarta.

Ingin menyelenggrakan program serupa? Jangan ragu untuk menghubungi kami.
 

Untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan media, silakan hubungi:

Admin PT. Gemilang Media Wisatama

Telepon 0812-4960-5055, info@travelxism.com
 

Shafa Maulita Maulana | STIP Batch 5

Baca Juga: Batik, Menua Kian Membudaya

Share this Article