DIY Siap Gelar Jogja Cultural Wellness Festival 2023: Olah Saliro, Roso, lan Pikir


Oleh Admin | Senin, 30 Oktober 2023 12:26 | 576 kali


Press Release

YOGYAKARTA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selalu memancarkan pesona kebudayaan, alam dan kesejahteraan antar masyarakatnya. Kekayaan pariwisata serta kebudayaan ini membuat DIY dinobatkan sebagai salah satu destinasi wellness tourism oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia pada tahun 2022, bersama Surakarta serta Bali. 

Berangkat dari semangat tersebut, Badan Promosi Pariwisata Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPPD DIY), menginiasi Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2023, dengan mengusung filosofi yaitu olah saliro, roso, lan pikir. Kegiatan ini akan diselenggarakan selama bulan November dan puncak kegiatan dilaksanakan pada 24-26 November 2023 di Yogyakarta. 

Melalui kegiatan ini, BPPD DIY berharap bahwa pemahaman budaya wellness di Yogyakarta berakar dari kebudayaan Jawa serta kebudayaan Kasultanan Yogyakarta yang berawal dari Perjanjian Jatisari tahun 1755, yang dilakukan dua hari setelah Perjanjian Giyanti. Perjanjian ini membagi kebudayaan Kesultanan Mataram menjadi beberapa budaya seperti tata cara berpakaian, adat istiadat, bahasa, gamelan, tari-tarian, dan lain sebagainya. 

“Pada intinya, kegiatan ini dibuat berdasarkan dari pertumbuhan tren wellness yang semakin pesat dan didukung oleh keberagaman kebudayaan yang ada di Kota Yogyakarta,” jelas Ketua BPPD DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, Sabtu (28/10) di Yogyakarta. 

GKR Bendara menambahkan, JCWF 2023 hadir untuk memperkenalkan kekuatan dari wellness Jogja yang mengakar dari budaya asli Mataram. “Kekuatan tersebut dipadukan dengan akomodasi dan wisata alam yang masih terjaga, memberikan pesona serta pengalaman perjalanan yang unik dapat membedakan Jogja dengan Surakarta dan Bali,” ujar GKR Bendara.

Adapun tema yang diangkat yakni “Olah Saliro, Roso, lan Pikir” dinilai mewakili konsep kebudayaan Jawa tentang pendekatan holistik terhadap wellness, yang menekankan pentingnya keseimbangan tubuh, pikiran, serta jiwa pada manusia. 

Event JCWF memiliki tujuan meningkatkan kesadaran terhadap wellness yang berbasis kebudayaan dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, memperkenalkan wellness berbasis budaya Yogyakarta, penggabungangan tren wellness dengan warisan budaya, memberikan media atau sarana bagi pelaku industri, dan membangun kolaborasi di industri pariwisata serta wellness,” tambah GKR Bendara. 

Rangkaian kegiatan pada JCWF 2023 ini pun merujuk pada pengertian Kemenparekraf tentang arti wellnes tourism yakni memadukan perjalanan terencana yang dilakukan oleh para wisatawan dalam jangka waktu sementara ke tempat-tempat tertentu dengan aktivitas utama dan berkaitan dengan wellness untuk mencapai kualitas hidup yang baik. Hal ini memperlihatkan bahwa Yogyakarta merupakan daerah yang dapat menunjang aktivitas seseorang yang berkunjung untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dari destinasi-destinasi yang ada.

Selama diselenggarakan, lokasi pelaksanaan JCWF 2023 tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai dari lokasi alam eksotis, situs cagar budaya, resor, desa wisata hingga sanggar budaya dan seni. Puncak acaranya sendiri akan dilaksanakan di Candi Prambanan. Target audiens dari JCWF 2023 didominasi oleh Generasi Millenials dengan rentang usia dari 25 - 40 tahun, kemudian disusul oleh Generasi X, Z, dan para senior (boomers).  

JCWF 2023 memiliki empat rangkaian acara seperti Cultural Immersion ExperiencesMindfulness & Body ActivitiesEducational Programs dan Festive Cultural & Bazaar.

Cultural Immersion Experiences merupakan kegiatan yang memberikan pengalaman budaya Yogyakarta kepada peserta seperti dapat memberikan inspirasi, ketenangan, pertumbuhan pribadi, kesejahteraan tubuh serta pikiran dan jiwa. Kegiatannya diisi dengan Jemparingan, Wruh Neptu & Pakuwon, Tari Gaya Jogja, Batik TherapyHanacaraka (baca tulis aksara Jawa), dan Pengageman (seni berpakaian khas Jogja). 

Selain kegiatan tersebut, peserta dapat mendapatkan ketenangan pikiran, kesejahteraan mental dan memperdalam kesadaran pribadi dengan mengikuti rangkaian Mindfulness & Body Activities. Mindfulness & Body Activities memiliki beberapa tema kegiatan seperti Meditasi Tari Jawa, Meditasi Gamelan, Daundala Awicarita, Jamu Ngadi Saliro, Terapi Pijat dan Spa, Yoga ala Jawa, Sepeda Alam, Mlaku Rasa, Nandur, Kelas Memasak dan masih banyak lagi. 

Peserta yang ingin mendapatkan elemen edukasi seperti seminar/workshop dan sesi diskusi dapat mengikuti kegiatan educational programs yang didalamnya berisi beberapa aktivitas seperti seminar, Pawiyatan Jawa dan Familiarisation Trip.

Festive Cultural & Bazaar dihadirkan sebagai rangkaian kegiatan yang paling akhir dari JCWF 2023 yang menghadirkan keanekaragaman budaya Yogyakarta, wellness, hiburan, seni, kuliner, pameran dan bazaar. Kegiatannya mencakup Yoga bersama bintang ibukota Anjasmara, musik untuk jiwa, bazaar, pertunjukan budaya, kendurenan massal dan exhibition.

 

Untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan media, silakan hubungi:

Admin PT. Gemilang Media Wisatama
Telepon 0812-4960-5055, info@travelxism.com

Shafa Maulita Maulana | STIP Batch 5

Baca Juga: Jogja Cultural Wellness Festival 2023 Sukses Gelar Mindfulness Meditation Retreat: Lalu, Kini dan Nanti

Share this Article